A. Latar Belakang Masalah
Mahkamah Agung akhirnya mengambil putusan untuk membebaskan Ir.
Akbar Tandjung dari dakwaan telah melakukan korupsi dana non budgetter
Bulog sebesar Rp. 40.000.000.000,- (empat puluh milyar rupiah). Putusan yang
dibacakan oleh Majelis Hakim pada tanggal 12 Februari 2004 silam menyisakan
polemik di berbagai kalangan masyarakat, baik para ilmuan, praktisi hukum,
politisi, akademisi, maupun khalayak umum. Beberapa diantaranya ada yang pro
dan kontra. Bahkan sejak kemunculannya, kasus tersebut telah menyita perhatian
publik dan menjadi headline news untuk beberapa waktu di berbagai media massa
baik cetak maupun elektronik.
Putusan bebas tersebut menimbulkan polemik dan bahkan memunculkan
kubu yang pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat, karena Putusan ini
lahir di tengah-tengah tuntutan masyarakat akan tegaknya reformasi hukum,
dimana saat ini masyarakat Indonesia tengah berada dalam kegamangan mengenai
penegakan supremasi hukum di negara kita. Apalagi mengingat persepsi negatif
yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, para terdakwa kasus Dana Non-
Budgetter Bulog telah melakukan perbuatan pidana yang melanggar public alarm,
sehingga tidak pantas para terdakwa tersebut bebas, tidak terkecuali Ir. Akbar
Tandjung. Disamping itu berita-berita yang dimuat oleh media massa yang
menimbulkan opini publik, seakan-akan nuansa politik dalam kasus tersebut lebih
kental dibanding nuansa hukumnya. Mengingat ketika persidangan bergulir Ir.
Akbar Tandjung menjabat sebagai Ketua DPR RI sekaligus sebagai fungsionaris
salah satu partai besar di Indonesia. 2
Kasus ini bermula dari pertemuan terbatas yang diselenggarakan pada
tanggal 10 Februari 1999 di Istana Merdeka antara Presiden B.J. Habibie ,
Sekretaris Negara Akbar Tandjung, Pejabat Sementara Kepala Badan Usaha
Logistik (BULOG) Rahardi Ramlan dan Haryono Suyono selaku Menko Kesra
dan Taskin. Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang pemberian Sembako
kepada masyarakat miskin dalam menangani krisis pangan yang terjadi kala itu.
Rahardi Ramlan melaporkan kepada Presiden B.J. Habibie, bahwa BULOG
memiliki dana non-budgetter sebesar Rp. 40.000.000.000,- (empat puluh milyar
rupiah) yang dapat digunakan untuk membeli pengadaan Sembako. Dan Presiden
menyetujui penggunaan uang tersebut sesuai dengan perundang-undangan yang
berlaku dan pelaksanaannya dibawah koordinasi Akbar Tandjung selaku
Sekretaris Negara.
Sepertinya sudah menjadi suatu kelaziman di negara kita apabila suatu
putusan hakim menjadi kontroversi, lebih-lebih putusan yang dibuat tersebut
menyangkut orang populer seperti Ir. Akbar Tandjung, yang memang sejak kasus
ini muncul telah dipersepsikan negatif oleh masyarakat. Kasus Bologgate II yang
melibatkan Ir. Akbar Tandjung misalnya diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan dengan putusan menghukum Terdakwa I (Ir. Akbar
Tandjung) selama 3 (tiga) tahun penjara, Terdakwa II (Winfried Simatupang), dan
Terdakwa III (Dadang Ruskandar), masing-masing divonis 1 (satu) tahun-6
(enam) bulan pidana penjara, dan denda masing-masing sebesar Rp.10.000.000,-
(sepuluh juta rupiah), subsider 3 (tiga) bulan kurungan. Serta memerintahkan
supaya barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.40.000.000.000,- (empat puluh
milyar rupiah) dirampas untuk dikembalikan kepada negara.
DATA SAYA PEROLEH DARI MENGUMPULKAN BEBERaPA PENYEDIA SEPERTI WWW.DISKUSISKRIPSI.COM,WWW.DATASUKSES.COM,WWW.INDOSKRIPSI.COM(TELAH NON AKTIF),WWW.SKRIPSIGRATIS.NET(TELAH NON AKTIF), DAN BEBERAPA DARI DOWNLOAD DI INTERNET. MESKI LENGKAP SKRIPSI INI HANYA UNTUK REFERENSI SAJA, DAN SAYA MELARANG KERAS SEGALA BENTUK PLAGIAT, SAYA RANGKUM UNTUK ANDA DAN SEMOGA BERMANFAAT
Dapatkan DVD koleksi 2300 skripsi lengkap dari cover hingga daftar pustaka hanya Rp.70.000,- sudah termasuk ongkos kirim seluruh indonesia
Dapatkan pula DVD Khusus Informatika di lengkapi dengan program. Harga hanya Rp.70.000,-sudah termasuk ongkos kirm seluruh indonesia dengan POS
jual program aplikasi untuk skripsi/Tugas Akhir dengan menggunakan VB 6.0 Ms.Access.Seperti aplikasi perpustakaan,aplikasi penjualan,aplikasi parkir,aplikasi penggajian dll KLIK DISINI UNTUK INFORASI LEBIH LENGKAP
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah
berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal
berkomunikasi. Dengan adanya internet, komunikasi jarak jauh dapat dilakukan
dengan cepat dan murah. Namun di sisi lain, ternyata internet tidak terlalu aman
karena merupakan media komunikasi umum yang dapat digunakan oleh siapapun
sehingga sangat rawan terhadap penyadapan informasi oleh pihak-pihak yang tidak
Continue reading PENGAMANAN PESAN RAHASIA MENGGUNAKAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI ELGAMAL ATAS GRUP PERGANDAAN Zp
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Penjadwalan merupakan suatu proses pengaturan sumber daya untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan melibatkan pekerjaan, sumber daya, dan waktu. Pekerjaan diproses pada setiap sumber daya dengan urutan tertentu selama waktu tertentu. Tujuan dari masalah penjadwalan antara lain: meminimumkan waktu penyelesaian semua tugas (makespan), meminimumkan keterlambatan pengerjaan, meminimumkan waktu tunggu pada mesin, meminimumkan biaya, dan lain-lain.
Masalah penjadwalan merupakan salah satu aspek penting pada lingkungan industri. Misalkan suatu percetakan akan memproduksi brosur, koran, dan majalah dengan menggunakan 3 sumber daya, yaitu mesin cetak, mesin potong, dan mesin jilid. Misal brosur hanya melalui mesin cetak, sementara koran setelah dicetak perlu dipotong, sedangkan majalah setelah dicetak, dijilid, lalu dipotong. Pada beberapa masalah penjadwalan, pekerjaan memiliki batas waktu, sehingga mempengaruhi prioritas pemrosesan. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah percetakan tersebut, dapat dimulai dengan menempatkan majalah pada mesin cetak, karena majalah memiliki urutan proses yang terpanjang. Setelah majalah dicetak, proses untuk majalah dilanjutkan dengan menempatkan majalah pada mesin jilid, sementara akan ditentukan apakah brosur atau koran yang akan ditempatkan pada mesin cetak. Penempatan brosur pada mesin cetak akan lebih baik dari pada koran, karena jika koran yang ditempatkan terlebih dahulu pada mesin cetak, maka
Continue reading adalah job shop scheduling problem dengan tujuan meminimumkan makespan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang fisika, kimia, ekonomi, atau pada persoalan rekayasa (engineering), seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Elektro dan sebagainya. Seringkali model matematika tersebut muncul dalam bentuk yang tidak ideal atau sulit untuk dikerjakan secara analitik untuk mendapatkan solusi sejatinya (exact solution). Yang dimaksud dengan metode analitik adalah metode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku atau lazim digunakan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Krisis keuangan di Asia sejak pertengahan tahun 1997 diyakini disebabkan oleh beberapa faktor. Pemicu awal krisis ini ditandai oleh penurunan nilai mata uang regional terhadap Dollar AS sejak tahun 1995. Hal ini ditambah dengan adanya guncangan ekternal seperti penurunan nilai ekspor sejak tahun 1996 di wilayah Asia yang membawa kecemasan terhadap pembiayaan neraca transaksi berjalan yang defisit yang mengarah pada akumulasi pinjaman jangka pendek dan penurunan nilai mata uang. Penambahan pinjaman jangka pendek oleh sektor swasta mulanya memang tidak mengkhawatirkan, mengingat nilai valas yang stabil dan kemampuan ekspor yang baik, akan mampu membayar pinjaman tersebut. Namun saat kegiatan perekonomian menurun dan krisis mata uang mulai tampak, terjadi penekanan kemampuan pembayaran pinjaman oleh sektor swasta domestik.
Continue reading PENGUJIAN KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR, SUKU BUNGA DEPOSITO DAN HARGA SAHAM DI LIMA NEGARA ASEAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS MONETER





